Phone

0822 5870 6420 (Anto)

0813 9929 1909 (Fikri)

Phone Office

+62-21 29563045







cara menggunakan alat ukur curah hujan

Dataloggerindonesia.com - sebelum kita membahas cara menggunakan alat ukur curah hujan. Mari kita bahas terlebih dahulu apa itu pengukur curah hujan. Alat pengukur curah hujan merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur intensitas curah hujan yang turun disuatu lokasi tertentu dalam persatuan luas. Alat ini biasa di gunakan oleh hydrologist dan meteorologist untuk mendata serta mengukur jumlah air hujan lebih dari satu interval waktu tertentu.

 

Hujan merupakan sebuah peristiwa yang di mana turunnya tetesan air atau bisa juga berbentuk kristal es ( biasanya di namakan hujan es ) dari awan turun ke permukaan tanah. Curah hujan adalah sebuah ketinggian air dari hujan yang terkumpul disuatu tempat yang datar dan tidak meresap, menguap maupun mengalir.

 

Untuk mengukur curah hujan pada suatu tempat kita membutuhkan penakar hujan. Dari penakar hujan tersebut kita akan mengukur tebal dan tinggi dari permukaan air hujan yang sudah tertampung pada ember penampungan. 

 

Cara menggunakan alat ukur curah hujan sesuai jenisnya.

 

  1. Alat ukur curah hujan tipe Ombrometer observatorium

 

Alat ukur curah hujan tipe observatorium adalah sebuah penakar hujan manual yang menggunakan  gelas pengukur untuk mengukur curah hujan. Alat ini adalah salah salah satu yang paling banyak digunakan di Indonesia dan menjadi standar di Indonesia. Alat ukur curah hujan ombrometer observatorium mempunyai beberapa kelebihan seperti, mudah di operasikan,mudah dipasang, dan perawatannya juga relatif mudah. Satu alat observatorium ini hanya mampu mendata curah hujan dari area datar sampai 5 km

 

Namun alat ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti data yang didapatkan hanya untuk jumlah curah hujan yang terjadi selama periode 24 jam, beresiko rusaknya gelas ukur, dan resiko error ketika pembacaan bisa terjadi kapanpun ketika pengukuran permukaan dari tinggi air yang ada di gelas ukur sehingga hasil yang didapatkan tidak sesuai.

 

Prinsip kerja alat ukur curah hujan:

 

  • Ketika hujan, air akan masuk ke dalam corong penakar

  • Air yang sudah masuk ke dalam penakar akan dialirkan dan di tampung ditabung penampungan.

  • Sesuai dengan jam pengamatan curah air hujan akan diukur dengan menggunakan gelas ukur

  • Jika jumlah curah hujan yang sudah tertampung melebihi kapasitas gelas ukur, maka pembacaan akan dilakukan beberapa kali sampai air hujan yang tertampung bisa terukur semua.

 

 

  1. Alat ukur curah hujan tipe Hellman

 

Alat ukur curah hujan tipe hellman adalah alat ukur otomatis dengan tipe siphon.

 

Cara kerja alat ini cukup simpel. Ketika air hujan sudah setinggi 10mm. Maka alat siphon yang ada di dalam alat akan mengeluarkan air yang ada di tabung penampungan dengan otomatis dan cepat. Lalu, alat ukur sudah siap mengukur curah hujan kembali,dan hal ini akan terus berulang - ulang.

 

Di dalam wadah penampungan alat ukur curah hujan tipe Hellman ini terdapat sebuah pelampung yang terhubung dengan jarum pena penunjuk. Jarumi ini secara mekanis akan membuat garis pada sebuah kertas pias yang membentuk posisi dari tinggi air hujan yang ditampung.

 

  1. Alat ukur curah hujan tipe tipping Bucket

 

Alat ukur curah hujan tipe tipping bucket ini sangat cocok digunakan pada wilayah yang akumulasi hujannya di atas 200mm/jam.

 

Cara menggunakan alat ukur curah hujan tipe tipping bucket:

 

  1. Ketika hujan, air akan masuk ke corong menuju ke bucket.

  2. Bucket akan berjungkit ketika air masuk setinggi 0,5mm ( 20ml ) dan bucket lainnya akan menerima air hujan yang masuk ke alat berikutnya.

  3. Ketika bucket berjungkit, maka pena akan membuat goresan pias dengan skala 0,5mm.

  4. Pena akan menggambar kertas pias dengan bentuk naik turun

  5. Dari goresan tersebutlah kita bisa mengetahui berapa jumlah curah hujan.

 

  1. Alat ukur curah hujan tipe Weighing Bucket

 

Alat ukur curah hujan tipe Weighing Bucket mempunyai sebuah corong yang berfungsi untuk menangkap air hujan yang terletak diatas ember penampung air hujan. Ember penampungan ini diletakkan di atas timbangan yang sudah dilengkapi dengan alat pencatat otomatis.

Cara kerja dari alat ukur weighing bucket :

 

  1. Alat perekam data otomatis yang dipasang pada timbangan akan dihubungkan ke permukaan kertas grafik yang tergulung di sebuah kaleng silinder.

  2. Ketika hujan, air hujan akan masuk melalui corong dan akan dialirkan ke dalam ember.

  3. Setiap kali ada penambahan air hujan yang masuk ke ember. Maka kertas grafik akan mencatatnya.

  4. Pada periode tertentu, gulungan kertas hasil dari pencatatan data curah hujan akan dilepas dari kaleng silinder untuk dianalisis.



  1. Alat ukur curah hujan tipe Optikal

 

Alat ukur curah hujan tipe Optikal ini merupakan alat yang sudah modern karena sudah menggunakan sensor optikal. Alat ini bekerja jika ada air hujan yang mengenai sensor yang terpasang. Simak cara kerja dari alar ukur curah hujan tipe optikal ini : 

 

  1. Alat ini memiliki beberapa saluran yang setiap salurannya terdapat sebuah dioda laser dan photoresistor detector  yang bisa digunakan untuk mendeteksi sebuah gambar yang terekam pada sensor.

  2. Ketika air terkumpul dan terbentuk single drop. Maka air akan jatuh ke batang laser.

  3. Sensor akan diatur pada sudut yang pas dan sesuai sehingga laser dapat mendeteksi air hujan seperti lampu flash.

  4. Flash dari photodetector inilah yang akan dikirimkan ke recorder untuk dianalisa hasilnya.

 

Itulah beberapa contoh cara menggunakan alat pengukur curah hujan. Tentunya ada berbagai kelebihan dan kekurangan dari setiap tipe. Kamu juga bisa menggunakan alat pengukur hujan yang lebih modern seperti alat ukur curah hujan tipe digital. 

 




Produk Terkait dengan artikel cara menggunakan alat ukur curah hujan

RG 3 (Rain Gauge 3) Data Logger
RG 3 (Rain Gauge 3) Data Logger
RG3-M (Rain Gauge3-M) Data Logger
RG3-M (Rain Gauge3-M) Data Logger
UA-003-64 Pendant Event and Temperature Data Logger
UA-003-64 Pendant Event and Temperature Data Logger
S-RGA-M002 0.01
S-RGA-M002 0.01


Dataloggerindonesia.com - sebelum kita membahas cara menggunakan alat ukur curah hujan. Mari kita bahas terlebih dahulu apa itu pengukur curah hujan.

Contact Us

Jl. Radin Inten II No. 61B Duren Sawit - Jakarta 13440
0822 5870 6420 (Anto) (CS 24 Jam)
0813 9929 1909 (Fikri)
sales@dataloggerindonesia.com
(021) 29563052
Mon - Fri : 07:45 - 18:00

FANS PAGE