Phone

0822 5870 6420 (Anto)

0813 9929 1909 (Fikri)

Phone Office

+62-21 29563045







Bagaimana Cara Kerja Automatic Weather Station?

Dataloggerindonesia.com - Bagaimana cara kerja Automatic Weather Station?. Automatic Weather Station atau bisa kita sebut juga dengan AWS  berbeda dari stasiun cuaca biasa lainnya karena banyak instrumennya memerlukan sedikit keterlibatan manusia. Automatic Weather Station ini bergerak secara digital dan data dari hasil perekaman akan dikirim secara online serta kita juga bisa menambahkan berbagai macam sensor agar perekaman cuaca dan iklim lebih lengkap. 

Karena aksesibilitasnya, Automatic Weather Station menjadi salah satu jenis stasiun cuaca yang paling umum. Dengan bukti banyaknya biro meteorologi dan cuaca di seluruh dunia menggunakan Automatic Weather Station untuk melakukan prakiraan dan pengukuran yang cepat dan mudah.

Automatic Weather Station dapat melaporkan berbagai kondisi cuaca seperti:

  • Suhu

  • Pengendapan

  • Tekanan atmosfir

  • Kelembaban

  • Arah angin

  • Kecepatan angin

  • Radiasi sinar matahari

  • Visibilitas

Cara kerja  Automatic Weather Station 

Cara kerja dari Automatic Weather Station ini adalah dengan cara meletakkan aws di area yang akan anda pantau perkembangan cuaca dan iklimnya ( wajib di letakkan di luar ruangan ). Lalu sensor yang ada pada Automatic Weather Station akan merekam semua perubahan pada cuaca, angin, curah hujan,dan lainnya secara langsung dan akan memproses semua hasil perekaman di microprossesor di data logger. 

Setelah hasil dari perekaman data keluar, maka akan secara otomatis disalurkan ke data logger melalui kabel dan akan tersimpan dalam bentuk file log. File log ini berfungsi untuk memprediksi cuaca dan iklim yang akan terjadi dengan meneliti data pengamatan cuaca dalam bentuk grafik di web data logger.

Kita bisa menggunakan Automatic Weather station tanpa harus khawatir  dengan cuaca ekstrim yang sedang terjadi di lokasi perakaman data cuaca, hal ini dikarenakan alat ini sudah dilengkapi dengan berbagai panel dan pengaman untuk menghadapi semua kondisi dan juga sudah dilakukan proses grounding agar bisa mengalirkan petir ke tanah sehingga semua sensor akan aman terkendali.

Kita juga bisa menggunakan Automatic Weather Station untuk alat bantu penelitian seperti penelitian ekologi, pertanian, peternakan, dan lainnya yang masih berhubungan dengan alam. Automatic Weather Station juga sudah di gunakan oleh berbagai universitas yang ada di Indonesia karena harganya yang masih terjangkau, mudah digunakan, dan memiliki variasi sensor yang banyak.

 

Komponen Automatic Weather Station

 

Automatic Weather Station menggunakan berbagai sensor untuk mengukur variabel atmosfer yang berbeda. Beberapa sensor dari Automatic Weather Station  meliputi :

  1. Sensor Cuaca

Sensor cuaca mengukur kecepatan angin dan arah angin. Informasi ini memberi tahu kita ke mana arah cuaca dan seberapa cepat akan sampai di area tertentu. Sensor cuaca ini termasuk anemometer yang dilengkapi dengan baling - baling angin. Anemometer ini mengukur kecepatan angin, sedangkan baling - baling angin mengukur arah angin.

  1. Sensor Pengukur Curah Hujan

Sensor pengukur curah hujan merupakan sebuah sensor yang bertujuan untuk mengukur curah hujan. Alat pengukur curah hujan ini menyerupai sebuah ember penampungan atau silinder vertikal yang tinggi. Sensor pengukur hujan memberitahu anda berapa tinggi intensitas curah hujan yang turun dalam periode tertentu. ( baca juga cara menggunakan alat ukur curah hujan )

  1. Shelter Sensor

Shelter sensor adalah tempat untuk menyimpan berbagai sensor pelengkap seperti  sensor suhu, kelembaban, tekanan udara, dan lain - lainnya. 

  1. Sensor Petir

Sensor petir membantu anda menilai seberapa buruk badai yang sedang terjadi di daerah anda tersebut. Sensor petir ini memiliki beberapa panel untuk menangkap dan melepaskan energi petir yang tinggi dari awan. Sensor petir ini mengukur dan melaporkan tingkat keparahannya seperti tornado dan hujan es.

  1. Data Logger

Data logger adalah sebuah pusat pengelolaan data dari Automatic Weather Station. ini berfungsi untuk mengukur, memproses, dan merekam data dari semua sensor yang anda pasang di Automatic Weather Station. Semua data yang sudah tersimpan ini akan dikirimkan secara online kepada anda.

  1. Full Cross Arm 

Full cross arm merupakan bagian yang cukup penting bagi Automatic Weather Station. Alat inilah yang berfungsi untuk menopang berbagai macam sensor AWS di segala situasi. Full cross arm biasanya terbuat dari besi yang dibentuk pipa. Pipa ini memiliki berbagai macam bentuk dan panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk panjang minimalnya sendiri sebesar 91.2cm/36in dan sanggup menopang dua sensor secara bersamaan.

  1. Solar panel 

Solar panel ini berguna untuk sumber daya untuk Automatic Weather Station yang berasal dari cahaya matahari. Solar panel ini cocok di gunakan di lokasi yang berawan dan lintang yang tinggi.

  1. Solar Radiation Shield

Solar Radiation Shield adalah bagian alat yang berguna untuk meningkatkan akurasi pengukuran suhu pada lokasi yang terkena sinar matahari. Dengan ukuran yang lebih kecil dan bentuknya yang aerodinamis terhadap angin yang dapat memberikan respon lebih besar apabila dibandingkan dengan bentuk solar radiation lainnya. 




Bagaimana cara kerja Automatic Weather Station?. Automatic Weather Station atau bisa kita sebut juga dengan AWS berbeda dari stasiun cuaca biasa lainnya karena banyak instrumennya memerlukan sedikit keterlibatan manusia.

Contact Us

Jl. Radin Inten II No. 61B Duren Sawit - Jakarta 13440
0822 5870 6420 (Anto) (CS 24 Jam)
0813 9929 1909 (Fikri)
sales@dataloggerindonesia.com
(021) 29563052
Mon - Fri : 07:45 - 18:00

FANS PAGE